Perang Melawan Penjajahan Kolonial Hindia-Belanda
Perang Melawan Penjajahan Kolonial Hindia-Belanda
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan
penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup
menyelesaikan dengan baik.
Artikel ini
disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Prlwanan Terhaap VOC,yang kami sajikan
berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.Artikel ini di susun oleh penyusun
dengan berbagai rintangan.Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang
datang dari luar.Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari
Tuhan akhirnya artikel ini dapat terselesaikan.
Semoga artikel
ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.Walaupun artikel ini memiliki kelebihan dan
kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
Tengaran,10 november 2015
(Penyusun )
A. Perang
Tondano
oleh : nurul prasetyo
Pada tahun 1808 di
Minahasa terjadi perang antara rakyat tondano melawan Kolonial Hindia
Belanda.Perang ini terjadi akibat dari implementasi politik pemerintah Kolonial
Hindia Belanda oleh para pejabat diMinahasa,terutama upaya mobilisasi pemuda
untuk dilatih menjadi tentara.Perang Tondano melibatakan beberapa tokoh dalam
perang tersebut yaitu Simon Cos, Daendles, Kapten Hartingh, Prediger dan
Lonto.Dampak dari peperangan ini yaitu VOC mengalami kemenganan dan pejuang
telah banyak yang gugur.Karena peperangan ini terdapat nilai nilai kepahlawanan
oleh para pejuang antara lain rela berkorban karena rela mati daripada menyerah
dalam perang, berjiwa kesatria karena memilki semangat juang yang tinggi untuk
melawan VOC.
B. Patimura
Angkat Senjata
C. Perang
Padri
D. Perang
Diponegoro
E. Perang
Banjar
G. Aceh
Berjihad
H. Perang
Batak
Perang
batak terjadi pada tahun 1870 yang berada di daerah batak dengan salah satu
tokohnya yaitu Patuan Bosar Ompu Pulo Batu/Sisingamangaraja(1878). Penyebab
terjadinya perang batak adalah karena kedatangan bangsa belanda ke pedalaman
batak yang waktu itu di pimpin oleh Sisingamangaraja XII sebagai ahli waris dan
Sisingamangaraja XI yang masih bebas dari bangsa belanda.
Dalam
perang batak ini rakyat batak mempunyai upaya yang salah satu nya adalah raja
berkampanye ke daerah-daerah untuk menghimbau masyarakat agar mengusir para
zeding karena dapat merusak adat asli orang batak. Selain itu dampak yang
dialami bagi kedua belah pihak adalah banyak yang terbunuh dan kerugian yang
merajalela dari kedua belah pihak.
Nilai-nilai
kepahlawanan yang dapat di ambil dalam perang batak ini adalah pahlawa HAM , karena memperjuangkan tanah air dari
penguasa Belanda, Pahlawan Pluralisme dan Multipurisme, dan pahlawan
Unitalisme.
untuk melihat Perlawanan terhadap VOC klik link berikut
http://nurulprasetyo820.blogspot.co.id/2015/11/perlawanan-terhadap-voc.html
http://nurulprasetyo820.blogspot.co.id/2015/11/perlawanan-terhadap-voc.html
Komentar
Posting Komentar